PSP, NDS, PC, SOFTWARE, and OTHERS  

Go Back   PSP, NDS, PC, SOFTWARE, and OTHERS > FREE STYLE!!! > ARTIKEL > MUSLIM ONLY

Closed Thread
 
Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 04-16-2008, 11:37 PM
deedaad's Avatar
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 11,653
Thanks: 1,824
Thanked 283 Times in 189 Posts
deedaad has disabled reputation
Thumbs up Keajaiban Al-quran

YANG TERSEMBUNYI

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati QS,6:95

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati QS,30:19

Setiap hari kita menyaksikan kehidupan dan kematian datang silih berganti. Sebuah benih yang disirami dan dipupuk dengan baik tentulah akan tumbuh subur menjadi tanaman dan nampaklah tanda kesuburannya dengan adanya pertumbuhan panjang tanaman, juga terlihat berkembangnya batang tanaman. Kalau pemeliharaan dilakukan dengan rutin dan baik maka dalam beberapa waktu akan tumbuhlah buahnya. Tergantung dari jenis tanaman buah apa. Kalau anda menanam tanaman buah mangga, pasti akan muncul buah mangganya. Dan jika yang ditanam adalah dari jenis tanaman buah jeruk tentu dengan perawatan yang baik akan cepat menghasilkan buah jeruk. Tanaman yang kurang pemeliharaan lambat laun akan cepat mati dengan ditandai oleh daunnya yang mulai kering. Tanpa pemupukan atau dengan menanam tanaman di tanah yang sedikit sekali kandungan yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman, maka akan mempercepat kematian tanaman tersebut.

Dari proses pertumbuhan tanaman tersebut dapat diketahui adanya suatu proses pemanfaatan energi, dimana benih tanaman mengolah unsur-unsur yang terdapat di tanah sedemikian rupa sehingga terjadilah reaksi kimia biologis yang melibatkan reaksi-reaksi energi yang dibutuhkan oleh benih tanaman bagi pertumbuhan lebih lanjut. Pikirkanlah kenyataan ini !

Tidak terpikirkankah oleh anda, dari benih yang mati lalu tiba-tiba menampakkan aktivitas yaitu mengolah unsur-unsur di tanah yang perlu bagi pertumbuhan tanaman agar dapat dipakai untuk mendukung pertumbuhan dari benih tanaman tersebut ?

Cobalah simak dengan cermat. Sebuah benih yang mati dapat anda benamkan ke dalam larutan lem sampai tertutup di semua bagiannya. Apa yang terjadi ? Yang terjadi adalah benih tersebut tidak dapat berkembang dengan seharusnya ! Anda dapat membandingkan benih yang mati dalam keadaan contoh tersebut dengan sebuah pensil yang juga dibenamkan ke dalam larutan lem sampai tertutup di semua bagiannya. Amatilah … . Tidak ada reaksi pertumbuhan dari pensil tersebut. Sama seperti yang terjadi pada benih tanaman tersebut – tidak menunjukkan pertumbuhan ! Pahamilah betapa pensil dan benih tanaman tersebut berada pada posisi yang sama yaitu sesuatu yang mati ! Dikatakan mati karena selama lingkungan tersebut – larutan lem – melingkupi benih tanaman dan pensil, maka benih tanaman dan pensil tidak akan pernah menunjukkan tanda-tanda kehidupan seperti tumbuh berkembang. Oleh karenanya dikatakan benih tanaman tersebut mati dan akan selalu mati.

Kemudian cobalah dekati benih tanaman tersebut lalu anda teriaki dengan mengatakan “hiduplah, hiduplah dan hiduplah !” Apakah setelah anda teriaki maka cepat atau lambat akan menampakkan pertumbuhan ? Tentu tidak !

Simaklah lagi penjelasan berikut ini. Tehnologi analisa di era sekarang telah sedemikian canggih dan kecanggihan tersebut telah mampu menguak tentang hakekat penyusun pensil dan benih tanaman. Hasilnya adalah bahwa keduanya sama-sama terdiri dari partikel-partikel yang juga bertipe sama. Sang pensil terdiri dari partikel electron, neutron dan proton, demikian pula sang benih tanaman juga terdiri dari partikel electron, neutron dan proton. Keduanya memiliki partikel yang sama 100% ! Dan keduanya sama-sama sebagai sesuatu “yang mati” !

Sekarang cobalah ambil benih tanaman sejenis dengan yang pernah anda benamkan ke dalam larutan lem, namun kali ini benih tanaman tersebut anda benamkan ke dalam tanah. Demikian pula ambillah pensil sejenis dengan pensil yang pernah di benamkan ke dalam larutan lem, tetapi kali ini cobalah untuk membenamkannya di dalam tanah juga, sama dengan yang anda lakukan dengan benih tanaman tersebut. Amatilah setelah beberapa hari atau beberapa minggu. Ajaib ! Tanpa anda teriaki “Hidup, hiduplah !”, tanpa anda usap-usap ataupun tanpa anda belai-belai, benih tanaman tersebut menampakkan tanda-tanda pertumbuhannya. Sedangkan sang pensil tetap diam membisu tak menunjukkan sedikit pun tanda kehidupan, berbeda dengan sang benih tanaman tersebut. Pikirkanlah betapa dari keduanya yang tadinya sama-sama berstatus “yang mati” lalu setelah selang beberapa waktu menampakkan perbedaan mencoloknya, dimana yang satu – sang benih tanaman – menjadi “yang hidup” sedangkan yang lain – sang pensil – tidak menjadi “yang hidup” melainkan selalu sebagai “yang mati”.

Ketika sang benih tanaman masih dalam keadaan mati maka kita dapat melihat sebagai sekumpulan partikel-partikel tidak ubahnya sama seperti sang pensil. Sang benih tanaman tidak sedang memulai kegiatan apapun melainkan hanya menampakkan kepada kita tanda-tanda kematian. Namun setelah ia berada di tempat yang sesuai – di benamkan di dalam tanah – maka dengan segera muncullah aktivitas perencanaan yang begitu rumit di dalam benih tersebut untuk memulai proses-proses pertumbuhan.

Lalu siapakah yang memulai aktivitas tersebut sedangkan tadinya mati dan benar-benar identik dengan sang pensil yaitu hanya sebagai sejumlah kumpulan partikel-partikel mati ? Yang pasti bukan karena teriakan anda “Hidup, hiduplah !” , melainkan ada campur tangan dari luar yaitu kekuasaaan Allah yang dengan segera mengaktifkan partikel-partikel benih tanaman untuk aktif menuju suatu tujuan – proses – sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah, seperti kalau benih tanaman adalah dari jenis buah jeruk maka aktivitas partikel-partikel tersebut akan bergerak sesuai dengan yang telah diprogram oleh Allah sedemikian rupa sehingga akan menumbuhkan tanaman berbuah jeruk. Sedangkan kalau benih tanaman dari jenis buah mangga, maka aktivitas partikel-partikel tersebut akan bergerak sesuai dengan yang telah diprogram oleh Allah sedemikian rupa sehingga akan menumbuhkan tanaman berbuah mangga.

Jika anda belum memahami penyusun segala materi dari benda mati atau penyusun materi yang dapat hidup berkembang (seperti tumbuhan), maka tentu logikanya adalah boleh jadi benda mati tersusun dari suatu susunan yang berbeda dengan benih tumbuhan, sehingga tidak heran kalau benda mati tidak dapat berkembang sedangkan benih tumbuhan dapat bekembang. Tetapi kenyataannya tidak demikian ! Karena sekali lagi ditegaskan secara pasti oleh Al Quran bahwa apa yang anda kira sebagai benda mati (apapun itu) dan materi hidup (dalam contoh ini adalah tumbuhan) memiliki hakekat yang sama yaitu materi, benda atau lebih tegasnya adalah sesuatu yang mati !

Sekarang anda baru menyadari keajaiban Al Quran, betapa Al Quran berani menegaskan bahwa materi yang dapat berkembang (hidup) sebenarnya atau hakekatnya adalah benda mati pula sama seperti materi mati lainnya ! Yang membedakan di antara masing-masing materi adalah fungsinya tetapi hakekatnya adalah sama ! Dan penegasan Al Quran akan kesamaan hakekat materi hidup dengan materi mati, baru diketahui di masa jauh setelah Nabi Muhammad Saw wafat. Anda tidak akan dapat sampai kepada pemahaman bahwa materi hidup memiliki hakekat yang juga sama dengan materi mati sebelum memahami penemuan di bidang ilmu pengetahuan & tehnologi tentang susunan materi, bahwa materi hidup maupun mati (termasuk batu, manusia dan tumbuhan) adalah materi-materi yang tersusun dari partikel-partikel dasar yang sama.

Sekali lagi terbukti keajaiban Al Quran melalui keberaniannya dalam mengetengahkan pernyataan-pernyataan yang terkadang tidak hanya rumit namun banyak pula yang sederhana tetapi sangat mendalam dan untuk lebih memastikannya membutuhkan pengetahuan yang luar biasa serta melampaui pengetahuan di masa ketika Rasulullah masih hidup.
__________________
  #2 (permalink)  
Old 04-16-2008, 11:38 PM
deedaad's Avatar
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 11,653
Thanks: 1,824
Thanked 283 Times in 189 Posts
deedaad has disabled reputation
Thumbs up Re: Keajaiban Al-quran

CATATAN KEBENARAN

pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. QS, 24:24

Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan". QS, 41:21

Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. QS, 41:22

Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhanmu, QS, 41:23

dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, QS, 81:10

maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. QS,82:5

Ayat-ayat tersebut di atas menjelaskan tentang salah satu kesulitan manusia kelak di hari pengadilan (akhirat) yaitu ketidakmampuannya mengelak dari segala perbuatan buruk yang pernah dilakukannya. Salah satunya adalah kulit manusia yang akan dibuat oleh Allah menjadi pandai berbicara tentang segala yang pernah dilakukan oleh manusia terkait dengan kulitnya tersebut. Demikian pula dengan anggota badan lainnya.

Kalau kita berpikir secara logika, pernyataan ayat-ayat tersebut memberikan konsekuensi bahwa entah di bagian mana di jagad ini harus terdapat bukti adanya suatu system yang mampu mencatat segala perbuatan manusia sedemikian teliti, tidak ada satupun dari yang diperbuat oleh seorang manusia pun yang tertinggal melainkan semuanya tercatat di suatu system. Yang jadi masalah adalah system yang seperti bagaimanakah yang mampu mencatat segala perbuatan kita sampai ke pada yang paling detail ?

Komputer adalah alat pencatat yang sangat canggih. Ia dapat mencatat segala jadwal kegiatan apa saja yang harus dilakukan oleh seorang petugas kantor ataupun seorang yang sedang melakukan tugas di lapangan. Banyak sekretaris di era komputerisasi sangat mengandalkan computer untuk mencatat mulai dari nomor telepon seseorang, alamat, tempat lahir bahkan catatan mengenai apa saja yang perlu dicatat. Memang terkadang karena ruang penyimpanan terbatas maka kapasitas penyimpanan perlu diperbesar, dan manusia di jaman sekarang memiliki kemampuan untuk menambahkan kapasitas penyimpanan kepada computer yang dimaksud. Setelah kapasitas penyimpanan computer diperbesar maka akan lebih banyak lagi catatan yang dapat disimpan di computer tersebut. Demikian seterusnya kalau kapasitas penyimpanan berkurang lagi, maka hanya ditambahkan saja kapasitas penyimpanannya.

Nampaknya kita telah menemukan bukti adanya system pencatat yang pasti juga dapat digunakan untuk mencatat perilaku kita sehari-hari. Benarkah ? Benar ! Tetapi apakah benar bahwa segala yang tercatat di penyimpanan system computer adalah merupakan informasi-informasi yang lengkap? Pasti tidak ! Mengapa ? Karena kalau seseorang memang akan menyimpan informasi perihal apa yang pernah dilakukannya di masa lalu pastilah hanya dipilih perilaku yang dianggap layak untuk dicatat sedangkan yang tidak layak dicatat tidak akan dicatat. Lagi pula kalau memang ada orang-orang yang benar-benar jujur mau mengungkapkan perbuatan apa saja yang pernah mereka lakukan maka tentu tidak akan lengkap, karena manusia mempunyai sifat pelupa dan memang tidak memiliki pengamatan yang sempurna, sehingga ada banyak perilaku yang terlewatkan untuk dicatat.

Tetapi sekali lagi perlu diingatkan bahwa Al Quran menegaskan kepastian adanya informasi perihal semua yang pernah kita lakukan. Dimisalkan anda sedang menaiki kendaraan di jalan raya, apakah anda yakin bahwa semua yang dilihat ada yang terlupakan ? Tentu ! Lalu dari semua yang dilupakan tersebut apakah benar-benar telah lenyap entah kemana ataukah masih ada tercatat di suatu system entah system pencatat yang seperti apa ? Kalau telah lenyap, mengapa Al Quran menegaskan bahwa apa yang pernah kita lakukan semuanya kelak dapat ditunjukkan kepada diri kita sendiri bahwa memang itu semualah yang telah pernah kita lakukan. Dan kalau masih ada, apakah memang ada sesuatu atau seseorang yang dengan terang-terangan atau sembunyi mengintai diri kita lalu mencatat apa yang kita perbuat mulai dari bangun pagi, mandi jam berapa, berpakaian memakai model apa dan warnanya apa, juga bertemu dengan siapa, berbicara tentang apa, atau pernah sakit apa saja dan dimana saja pernah berobatnya, juga menikah tahun berapa dengan siapa, pernah bertengkar dan tidak pernah berbaikan atau berbaikan, dan kalau berbaikan seperti apa dan dimana berbaikannya, juga pernah makan apa dan masakan dibuat sendiri atau dimasakkan oleh orang lain ?

Dan mulailah anda bertanya, siapakah yang begitu rajinnya bersedia mencatat sederet kemungkinan-kemungkinan yang salah-satu atau beberapa darinya pernah kita alami ? Mungkin anda sendiri ? Tentu tidak sanggup ! Saya juga tidak mau mencatat semua yang pernah anda lakukan karena masih ada hal lain yang perlu saya kerjakan !

Satu lagi yang perlu diketahui bahwa tidak hanya anggota tubuh kita yang dapat menyatakan (membongkar) segala apa yang pernah kita lakukan, namun jiwa kita juga mengetahui segala yang pernah dikerjakan manusia.

Nah, tibalah sekarang untuk mulai menganalisa maksud dari berbagai isyarat dari Al Quran ini. Nampaknya (menurut Al Quran) sesuatu yang mengetahui tentang segala apa yang diperbuat oleh setiap manusia selalu mengarah kepada diri pribadi sendiri, sehingga dugaan awal adalah adanya kemungkinan di bagian diri kita sendiri terdapat system pencatat segala perbuatan manusia. Benarkah memang demikian ? Nampaknya memang benar bahkan sangat pasti !

Mungkin anda terkejut ketika dinyatakan bahwa pada diri anda sendiri terdapat system pencatat terhadap segala yang pernah anda lakukan. Bagi banyak ahli ilmu kejiwaan adalah sesuatu yang bukan aneh untuk mengakui bahwa pada diri manusia terdapat system pencatat yang luar biasa hebat. Sangat sangat hebat kalau boleh dikatakan demikian, karena dapat mencatat segala yang pernah kita lakukan dan hal tersebut terjadi tanpa permintaan dari kita. Suka tidak suka segala yang pernah dilakukan oleh siapa saja akan dicatat oleh system pencatat tersebut !

Setiap apa yang dilakukan oleh seseorang, apakah berjalan berlenggak-lenggok ataupun berjongkok atau perbuatan apa saja, akan tersimpan di batin terdalam dari diri manusia. Mungkin anda pernah melakukan sesuatu dan setelah beberapa waktu lamanya anda terlupa, maka apa yang telah anda lupakan sebenarnya tersimpan di batin terdalam tersebut. Beberapa orang yang memiliki kemampuan pengendalian terhadap batin terdalamnya mampu menampilkan informasi-informasi tentang apa yang pernah dilupakannya.

Anda mungkin perlu mengetahui tentang apa itu sugesti. Sugesti adalah usaha untuk memberikan pengaruh yang salah satunya dengan cara meyakinkan berulang-ulang tentang sesuatu hal terhadap diri sendiri atau orang lain agar diri kita atau orang lain cenderung berbuat sesuai dengan apa diyakinkan secara berulang-ulang tersebut.

Melalui sugesti, seseorang dapat dibawa kepada keadaan tidur yang paling dalam. Jadi kalau anda melihat orang kebanyakan sedang tidur, maka pada umumnya tidur tersebut masih kurang dalam – kurang pulas. Dengan sugesti, seseorang dapat menuju tidur yang sangat dalam (sangat pulas) sehingga pada tidur seperti ini jiwanya menjadi terkuasai di bawah pengaruh si pemberi sugesti. Lalu si pemberi sugesti dapat menanyakan terhadap jiwa orang yang tertidur sedemikian dalam tersebut tentang apa saja yang pernah dilakukannya di masa lalu dan akan dijawab oleh yang tertidur sangat pulas tersebut dengan jawaban yang jujur. Semakin dalam (pulas) tidurnya maka akan semakin mudah membongkar apa saja yang pernah dilakukannya.

Nah, kalau sudah mengetahui hal seperti ini, lalu akan bersembunyi kemana lagi kita, padahal ada yang selalu mengintai kita, dan kelak catatan tentang segala perbuatan manusia akan dinampakkan kepada diri mereka sendiri sebagaimana tidak mustahilnya jiwa kita sendiri menyatakan secara jujur tentang apa saja yang pernah kita lakukan sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Al Quran !
__________________
  #3 (permalink)  
Old 04-16-2008, 11:40 PM
deedaad's Avatar
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 11,653
Thanks: 1,824
Thanked 283 Times in 189 Posts
deedaad has disabled reputation
Thumbs up Re: Keajaiban Al-quran

RADIASI

Demi langit dan yang datang di malam hari, QS,86:1

Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu ? QS,86:2

(yaitu) bintang yang cahayanya menembus, QS,86:3

Sekarang cobalah kita simak secara hati-hati makna dari yang datang di malam hari, adalah bintang yang cahayanya menembus. Makna menembus berarti bahwa ada sesuatu yang ditembus, karena tidak mungkin sesuatu dinyatakan menembus tetapi tidak ada satupun yang pernah ditembusi. Lalu apakah yang menembusi sesuatu itu, yaitu cahaya bintang di malam hari.

Dari pengamatan secara wajar dapat kita pahami bahwa di malam hari dengan menengadahkan pandangan kita ke atas langit akan terlihat bentangan luas langit yang diselimuti oleh kegelapan yang dihiasi oleh banyak cahaya bintang. Bagi pengamat di bumi sebenarnya bintang sedemikian amat jauhnya dibandingkan dengan matahari, sedemikian jauhnya bintang dari bumi sampai-sampai cahayanya nampak sangat kecil dan kurang terang dibandingkan dengan cahaya matahari ketika sedang terbit. Juga sedemikian kecilnya cahaya bintang di malam hari sampai-sampai kalau seseorang keluar dari huniannya lalu menuju ke tempat yang cukup gelap di malam hari dengan meletakkan payung terbuka di atas kepalanya maka tidak nampak perbedaan terang yang cukup berarti dibandingkan dengan tidak memakai payung. Maksudnya, sama saja apakah memakai penutup kepala atau tidak, tetap saja gelap dan tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa cahaya bintang dapat menembus payung.

Mungkin kalau dibilang bahwa cahaya matahari menembusi memang masih agak dapat diterima, karena untuk membuktikannya mudah, cukup dengan menunggu matahari beredar sampai pada titik di siang hari atau kurang dari waktu tersebut, lalu kita bentangkan kertas tipis atau bahan plastic tipis berwarna bening di tengah padang yang terbuka, akan nampaklah bukti bahwa cahaya matahari dapat menembusi sesuatu – dalam hal ini adalah kertas tipis atau bahan plastic tipis berwarna bening tersebut. Namun, bagaimana membuktikan bahwa cahaya bintang dapat menembusi sesuatu ? Apalagi mengharapkan agar cahaya bintang dapat membuat bayangan yang cukup dapat dilihat oleh kita, tentulah sangat jauh dari harapan. Mengapa ? SULIT ! Karena sedemikian lemahnya cahaya bintang sehingga sulit diamati dengan pengamatan mata biasa bahwa cahaya bintang mampu menembus bahkan kertas setipis majalah.

Namun, Al Quran telah dengan pasti dan percaya diri bahwa cahaya bintang yang nampak lemah tersebut memang dapat menembusi sesuatu. Belakangan setelah ditemukannya secara bertahap alat pengamatan terhadap benda-benda langit, seperti teleskop yang tidak sedikit jumlahnya dibangun di beberapa negara maju, juga melalui teleskop Hubble yang bahkan untuk mengamati jagad raya sengaja diluncurkan ke luar angkasa, dan adanya analisa secara cermat oleh para ahli fisika, astronomi dan dari disiplin ilmu lainnya telah diketahui bahwa ternyata bintang itu tidak lain adalah matahari yang sangat jauh dari bumi sedangkan matahari adalah bintang yang paling dekat dengan bumi. Atau dengan perkataan lain yang setara adalah bahwa bintang tak lain dan tak bukan adalah matahari. Yang membedakannya hanyalah letaknya dari bumi.

Tahukah anda konsekuensi dari pemahaman bahwa bintang adalah identik dengan matahari ? Sangat ajaib ! Dari hasil pengamatan yang sedemikian teliti melalui para ahli ilmu alam dapat dipastikan bahwa matahari terbentuk melalui ledakan fusi nuklir sebagaimana layaknya energi yang dikeluarkan dari ledakan bom atom. Benar ! Ledakan dari berjuta-juta kumpulan tenaga inti atom ! Dari ledakan ini menghasilkan berbagai sinar yang sangat mematikan, salah satunya sinar ultra ungu. Sinar ini memiliki daya tembus yang luar biasa bahkan mampu menembus tubuh manusia dan ketebalan tertentu dari suatu lempengan logam. Dan karena matahari identik dengan bintang maka hal ini secara otomatis telah membuktikan bahwa cahaya bintang memang memiliki kemampuan menembusi sesuatu sama seperti kemampuan cahaya matahari menembusi sesuatu.

Lalu bagaimana Al Quran dapat memastikan bahwa cahaya bintang di malam hari dapat menembusi sesuatu apalagi terbayang dapat menembus lempengan logam, padahal di masa Rasulullah kemampuan pengamatan dan kemampuan pengukuran teramat sederhana – belum ada piranti pengamatan yang canggih. Bayangkan saja, jarak antara bumi dengan matahari yang menerangi bumi saja adalah sekitar 92.900.000 mil, dan itu ditempuh oleh sinar matahari dalam waktu 8 detik untuk sampai ke bumi. Jadi dalam waktu 8 detik, sinar matahari telah mencapai jarak sejauh sekitar 92.900.000 mil menuju bumi. Padahal jarak bintang yang terdekat dengan bumi adalah sejauh perjalanan cahayanya ke bumi yang tidak secepat 8 detik melainkan selama 4 tahun perjalanan sinar. Sedangkan bintang yang paling jauh dari bumi memiliki jarak dengan bumi sebesar yang setara dengan jarak yang ditempuh oleh cahaya yang merambat selama 100 juta tahun sinar (25 juta kali perjalanan sinar dari bintang yang terdekat menuju bumi) ! Sudah dapat anda bayangkan satuan-satuan jaraknya ? Luar biasa bukan !

Inilah kehebatan Al Quran, yaitu jauh sebelum dapat dipastikan hakekat dari bintang, Al Quran telah terlebih dahulu mengisyaratkannya serta menegaskan ciri dari cahayanya yang dapat menembusi sesuatu.
__________________
  #4 (permalink)  
Old 04-16-2008, 11:41 PM
deedaad's Avatar
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 11,653
Thanks: 1,824
Thanked 283 Times in 189 Posts
deedaad has disabled reputation
Thumbs up Re: Keajaiban Al-quran

GUNUNG SEBAGAI PASAK


Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk, QS,16:15

Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan ?, QS,78:6

dan gunung-gunung sebagai pasak ?, QS,78:7

Pasak adalah seperti paku tetapi terbuat dari kayu (sumber: Kamus Besar Bahasa Indonesia – Balai Pustaka). Pasak umumnya ditancapkan dalam-dalam ke tanah. Maksud ayat tersebut bahwa gunung dijadikan Allah sebagai pasak, berarti ada bagian gunung yang berfungsi sebagai pasak yang menancap dalam-dalam ke dalam tanah.

Penegasan Al Quran ini sangat ajaib mengingat untuk memastikan adanya bagian gunung yang berfungsi sebagai pasak dibutuhkan dua hal yaitu kemampuan membedakan antara materi pembentuk gunung dengan materi penyusun tanah, sehingga dapat dibedakan mana yang tanah dan mana bagian dari gunung yang tertancap ke dalam tanah, serta harus dilakukan pendeteksian ke kedalaman bumi sampai kedalaman tertentu. Kedua hal ini sulit dilakukan mengingat kemampuan peralatan eksplorasi di masa kehidupan Muhammad Saw tidak memungkinkan untuk melakukan penelitian tersebut.

Tetapi sekarang telah diakui oleh para ahli geologi bahwa ternyata gunung memiliki akar (mountain root) seperti jangkar yang menusuk masuk ke dalam bumi. Akar gunung ini (mountain root) memiliki fungsi untuk memberikan stabilitas dan keseimbangan kepada bumi ketika terjadi guncangan akibat pergerakan lempengan tektonik, sehingga bumi tidak sedemikian mudah untuk porak-poranda.

“The Mountains have underlying roots.” (sumber: The Earth, Frank Press & Siever, Page – 435)

“Modern earth sciences have proven that mountain have deep roots under the surface of the ground.” (sumber: The Geological concept of Mountains in the Quran, El-Naggar, Page – 5)

“The mountains play an important role in stabilizing the crust of the earth”. (sumber: The Earth, Frank Press & Siever, Page – 435)

“Likewise the Modern theory of plate tectonics holds that mountains work as stabilizers for the earth has just begun to be understood in the framework of plate tectonics since the late 1960’s”. (sumber: The Geological concept of Mountains in the Quran, El-Naggar, Page – 5)

Bagaimana hal tersebut dapat ditegaskan terlebih dahulu oleh Al Quran ? Ini sungguh ajaib dan hanya dapat terjadi karena semua penegasan tersebut berasal dari yang menciptakan bumi itu sendiri yaitu Allah, itu sebabnya segala penegasan dari-Nya (melalui Al Quran) sudah pasti mengandung kebenaran
__________________
  #5 (permalink)  
Old 04-16-2008, 11:42 PM
deedaad's Avatar
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 11,653
Thanks: 1,824
Thanked 283 Times in 189 Posts
deedaad has disabled reputation
Thumbs up Re: Keajaiban Al-quran

LAUT YANG MEMBARA

dan laut yang di dalam tanahnya ada api, QS,52:6

Sejak jaman dahulu kala sampai sekarang manusia selalu terlibat dengan yang namanya perjalanan. Umat manusia banyak melakukan perjalanan dengan berbagai alasan. Ada yang berpergian atas dasar untuk memenuhi urusan perdagangan – sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Muhammad Saw. Ada pula yang berpergian karena motivasi hendak bertemu dengan sanak famili. Juga ada yang melakukan perjalanan yang jauh untuk menimba ilmu di negeri orang.

Untuk berpergian ke suatu tempat kita tidak bisa langsung loncat dari satu tempat ke tempat lain layaknya di film-film fantasi – paling tidak untuk saat ini. Bahkan kalau kelak ditemukan pula alat yang dapat memindahkan kita dari satu tempat ke tempat lain, pastilah tetap dibutuhkan persiapan, karena untuk melakukan perjalanan bagaimanapun caranya selalu ada kemungkinan hambatan yang berbeda sesuai dengan bagaimana kita melakukan perjalanan.

Di masa kehidupan Muhammad Saw, perjalanan banyak dilakukan dengan menggunakan sarana transportasi yang sebenarnya lebih cocok disebut sebagai binatang tunggangan yaitu unta. Gangguan yang mungkin terjadi mulai dari kemungkinan adanya perampok di tengah gurun, kehausan di tengah perjalanan (karena perjalanan di jazirah Arab di masa lalu banyak dilakukan di tengah gurun yang panas) dan lain-lainya.

Sedangkan di masa sekarang, seseorang yang melakukan perjalanan dengan alat transportasi darat yang beroda, sering mengalami gangguan seperti ban bocor. Dan orang yang sering melakukan perjalanan dengan alat transportasi udara sering mengalami gangguan perjalanan seperti pesawat bergoncang ketika melewati awan.

Demikian pula dengan telah canggihnya alat transportasi yang dapat menghantarkan kita ke luar angkasa, maka pesawat luar angkasa ini harus dapat melindungi kita dari paparan (hantaman) sinar-sinar radioaktif yang banyak ditemukan di luar angkasa.

Kita sudah membahas beragam alat transportasi yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan, mulai dari alat
transportasi darat, udara dan ruang angkasa. Satu yang belum, yaitu alat transportasi laut. Alat transportasi laut yang umum dan telah dikenal sejak dari masa sebelum lahirnya Muhammad Saw, tepatnya di masa hidupnya Nabi Nuh adalah alat transportasi yang bernama kapal.

Dulu ketika umat Nabi Nuh ada yang membantah tidak mau mengikuti kehendak Allah maka Allah mengazabnya dengan mendatangkan air bah. Sedangkan sebagian umat Nabi Nuh yang patuh diselamatkan beserta beragam jenis hewan masing-masing sepasang dengan dinaikkan ke kapal laut yang besar yang diperintahkan oleh-Nya untuk dibuat oleh Nabi Nuh.

Lalu seperti apa hambatan yang dapat terjadi pada perjalanan yang dilakukan oleh alat angkutan laut yaitu kapal ? Ada banyak, beberapanya adalah adanya gangguan cuaca yang mampu mendatangkan badai di tengah laut sehingga menimbulkan ombak yang dapat sangat besar. Ombak di tengah laut dapat sedemikian besar yang kalau menerpa kapal boleh jadi kapal tersebut akan rusak atau bahkan tenggelam.

Kalau kita melihat penegasan Al Quran tentang kenyataan bahwa di laut terdapat api maka berarti harus ada alat transportasi laut lainnya yang mampu membuktikan kebenaran tersebut. Sejauh ini dari pembahasan kita tentang beragam alat transportasi, belum ditemukan satu jenis pun dari alat transportasi yang lebih tepat dipakai untuk menjelajahi luasnya samudra bahkan masuk untuk mengamati di kedalaman dasar samudra untuk membuktikan penegasan ayat Al Quran, selain dari alat angkut atau alat pengamat yang ditemukan di jaman sekarang..

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa untuk setiap perjalanan selalu ada hambatan yang menyertainya. Demikian pula jika kita melakukan perjalanan ke dasar samudra untuk melakukan pengamatan, maka akan terdapat pula hambatan-hambatan yang menghalangi perjalanan menuju dasar samudra tersebut. Salah satu kendalanya adalah mengenai tekanan air, dimana semakin dalam menuju dasar lautan maka semakin besar tekanan airnya. Tekanan air itu dapat sebegitu besarnya sampai-sampai kalau ada barang dengan ruang kosong yang tertutup (tidak dapat dimasuki oleh air) jatuh ke dalam samudra dan barang tersebut tidak terbuat dari logam dengan ketebalan dan tehnik pembuatan yang dapat memberikan jaminan perlindungan dari tekanan air yang semakin besar, maka barang tersebut akan retak dindingnya (bocor) atau bahkan hancur.

Kapal selam adalah alat angkut masa kini yang dapat dipakai untuk menjelajahi menuju kedalaman dasar lautan. Pada perkembangan terakhir, telah dibuat kapal selam mini yang canggih. Kapal selam mini generasi yang paling canggih ini tidak hanya diperlengkapi dengan alat pengukur yang mendeteksi beragam situasi di bawah laut, tetapi diperlengkapi pula dengan alat perekam gambar dan bahkan ditambahkan pula semacam alat pencapit yang cukup besar. Alat pencapit ini dipakai untuk mengambil contoh-contoh batu atau objek-objek bawah laut lainnya guna penelitian lebih lanjut. Di dalam kapal selam mini ini terdapat alat yang dengannya para ilmuwan kelautan dapat mengendalikan kapal ke arah sesuai dengan yang diinginkan melalui alat pengontrol yang diletakkan di permukaan laut. Segala peralatan canggih di kapal selam mini ini hampir secara keseluruhan terkomputerisasi secara terpadu. Dan juga ada peralatan pengamatan yang dapat memasuki perairan dalam, dan dapat dikontrol dari jarak jauh (remote) dengan sistim kontrol menggunakan komputer.

Dengan menggunakan segala peralatan yang tercanggih seperti di masa sekarang untuk meneliti keadaan di bawah laut dan tidak bisa tidak hanya dengan demikian, maka akan diperoleh pengamatan bawah laut yang aman dan lebih akurat. Dan kesimpulan dari hasil pengamatan yang akurat salah satunya adalah dengan ditemukannya aliran udara panas.

Penelitian bawah laut terutama di bagian dasar lautnya tidak hanya menemukan adanya sumber minyak bumi dan aliran udara panas, tetapi juga ditemukannya semacam material panas yang membara seperti yang ada di dasar gunung.

Lalu bagaimana Al Quran mengetahui bahwa di dasar laut ada api yang membara sedangkan untuk menuju ke dasar lautan membutuhkan kemajuan tehnologi yang tinggi, dan belum lagi tehnik-tehnik pengamatan lainnya yang rumit dan sistematis (yang semuanya ini belum ada di masa kehidupan Muhammad Saw) ? Disinilah penegasan Al Quran diuji dan ternyata terbukti ! Satu lagi keajaiban Al Quran dari sekian keajaiban lainnya yang masih menunggu untuk dibuktikan oleh generasi berikutnya.

Nah, setelah dari sekian banyak penegasan Al Quran terbukti benar, mengapa masih ada saja manusia yang belum memahami kebenaran yang diturunkan oleh-Nya yaitu Al Quran ? Subhanallah, semoga kita selalu berada dalam keimanan yang kokoh kepada-Nya !
__________________
  #6 (permalink)  
Old 04-16-2008, 11:43 PM
deedaad's Avatar
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 11,653
Thanks: 1,824
Thanked 283 Times in 189 Posts
deedaad has disabled reputation
Thumbs up Re: Keajaiban Al-quran

GELOMBANG BAWAH LAUT

Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. QS,24:39

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. QS,24:40

Allah melalui Al Quran menegaskan tentang seorang hamba yang telah sedemikian sesat sehingga ia tidak menyadari telah melakukan banyak kekeliruan yang disangkanya sebagai benar. Mereka yang kafir merasa telah beramal di dunia namun karena kurang memahami bagaimana beramal yang baik, sehingga amal-amal tersebut hilang tanpa diperhitungkan oleh Allah tanpa ia sadari. Ketidak tahuannya terhadap kebenaran salah satunya seolah-olah seperti orang yang tidak dapat melihat karena diliputi oleh kegelapan di kedalaman laut yang selain diliputi oleh kegelapan tersebut masih juga di atas kegelapan tersebut ditutupi oleh ombak, sehingga menjadi gelaplah seolah-olah gelap yang bertindih-tindih.

Perlu diketahui bahwa manusia tidak akan dapat menuju ke kedalaman laut di bawah 40 meter. Pada kedalaman sekitar 200 meter suasana perairan dalam telah sedemikan gelap. Tanpa alat pengaman yang handal dan belum ditemukan di masa kehidupan Muhammad Saw, manusia tidak dapat menyelam menuju kedalaman untuk memastikan kebenaran penegasan ayat Al Quran.

Mungkin anda merasa biasa kalau dikatakan ada gelombang air laut sebagaimana yang mudah dilihat di permukaan lautan, tetapi kalau dikatakan adanya gelombang di kedalaman lautan, maka hal ini cukup aneh, karena memang gejala adanya gelombang bawah laut tidak dapat dideteksi oleh pengamatan panca indera manusia biasa melainkan harus dengan menggunakan alat pendeteksian yang sedemikian canggih.

Tetapi para ahli di masa sekarang telah dapat membuktikan kalau di kedalaman lautan yang sangat gelap ternyata ditemukan gelombang bawah laut. Melalui alat pendeteksi yang cukup akurat yaitu remote sensing dan peralatan lainnya serta diperlengkapi dengan peralatan pengaman untuk penyelaman ke kedalaman laut, para ahli dapat mengukur perbedaan temperature dan salinitas (kadar garam) serta analisa lainnya, yang pada akhirnya dapat diketahui adanya gelombang bawah laut yang terletak di kedalaman laut (bukan di permukaan laut). Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa gelombang bawah laut dapat terjadi karena adanya perbedaan densitas (kepekatan) air laut, dimana air di kedalaman laut memiliki densitas yang lebih tinggi dari densitas air di atasnya.

“The internal waves cover the deep waters of seas and oceans because the deep waters have a higher density than the waters above them. Internal waves act like surface waves. Internal waves cannot be seen by the human eye, but they can be detected by studying temperature or salinity changes at a given location” (sumber: Oceanography, Gross, Page – 205)

Hebat bukan, betapa Al Quran telah dapat menjelaskan keberadaan gelombang bawah laut di kedalaman lautan 14 abad jauh sebelum ditemukan alat pendeteksi canggih.
__________________
  #7 (permalink)  
Old 04-16-2008, 11:44 PM
deedaad's Avatar
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 11,653
Thanks: 1,824
Thanked 283 Times in 189 Posts
deedaad has disabled reputation
Thumbs up Re: Keajaiban Al-quran

BATAS DI ANTARA PERTEMUAN DUA LAUT

Dan Dialah yang mempertemukan dua laut; yang ini tawar lagi segar, dan yang ini asin lagi pahit. Dan Dia menjadikan di antara keduanya ada batas dan penghalang yang tidak terlampaui. QS,25:53

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, QS,55:19

antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. QS,55:20

Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? QS,55:21

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. QS,55:22

Cobalah untuk melihat ke arah lautan. Bayangkanlah seandainya ada pertemuan air laut dari dua lokasi yang berbeda, yang satu dari laut lain sedangkan satunya lagi dari laut yang lain lagi. Kedua air laut tersebut bertemu di suatu tempat. Seandainya masing-masing dari dua air laut tersebut memiliki salinitas (kadar garam) yang berbeda atau temperature yang berbeda, apakah keduanya akan bercampur ketika bertemu di satu tempat sehingga keadaan awal dari masing-masing (salinitas maupun temperature) berubah menjadi satu keadaan salinitas dan temperature yang baru ?
Al Quran menjawab dengan pasti dan penuh percaya diri, bahwa salinitas maupun suhu awal dari masing-masing air laut tersebut tetap dipertahankan dan tidak saling mempengaruhi, walaupun kedua air laut tersebut bertemu di satu tempat, dengan kata lain tidak terjadi percampuran ! Bagaimana ilmu pengetahuan & tehnologi menanggapi penegasan Al Quran tersebut? Mendukungkah (membenarkan) atau menyalahkan ? Ternyata bukti ilmiah (empiric) membuktikan fakta tentang adanya kebenaran yang ditegaskan oleh Al Quran tersebut.
Penelitian moderen di masa sekarang menemukan adanya gejala yaitu bahwa ada batas di antara dua air laut yang bertemu di satu tempat, sehingga masing-masing air laut tersebut tetap memiliki (mempertahankan) temperature, salinitas (kadar garam) maupun densitas (kekentalan) yang berbeda. Dengan makna yang setara yaitu keadaan air laut yang satu dengan lainnya tidak saling mempengaruhi, walaupun keduanya bertemu di satu tempat, karena adanya batas di antara pertemuan dari dua air laut tersebut.

“Modern Science has discovered that in the places where two different seas meet, there is a barrier between them. This barrier divides the two seas so that each sea has its own temperature, salinity and density” (sumber: Principles of Oceanography, Davis, Page: 92 – 93)



Penegasan Al Quran dan pembuktian ilmiah ini dapat ditemukan yaitu pada peristiwa air laut dari Mediterranean yang masuk ke wilayah perairan laut Atlantik sampai ke kedalaman sekitar 1000 meter dari permukaan laut. Ternyata derajat kehangatan (suhu) sekitar 11,5° maupun kadar garam sekitar di atas 36,5% dari air laut Mediterranean yang telah berada di kedalaman air laut Atlantik, tetap tidak terpengaruh oleh suhu maupun salinitas (kadar garam) dari air laut Atlantik yang mengelilinginya. Dimana air laut Atlantik di kedalaman sekitar 1000 meter yang mengelilingi air laut (yang tadinya berasal dari) Mediterranean juga memiliki suhu dan salinitas (kadar garam)-nya sendiri yang berbeda, yaitu bersuhu sekitar 10,0° dan dengan salinitas sebesar di bawah 36,0%, berbeda dengan air laut Mediterranean yang dikelilinginya. Padahal kedua air laut tersebut (air laut Mediterranean dan air laut Atlantik) bertemu di satu tempat di kedalaman sektiar 1000 meter, tetapi keadaan masing-masing kedua air laut tersebut tidak saling mempengaruhi. Ini terjadi karena ada batas yang memisahkan di antara pertemuan dua air laut tersebut.

“Modern Science has discovered that in estuaries, where fresh (sweet) and salt water meet, the situation is somewhat different from what is found in places where two seas meet. It has been discovered that what distinguishes fresh water from salt water in estuaries is a “pycnocline zone with a marked density discontinuity separating the two layers.” (sumber: Oceanography, Gross, Page - 242)

Semua ini adalah bukti keajaiban Al Quran dalam menegaskan adanya batas di antara pertemuan dua air laut yang membuat masing-masing keadaan dari kedua air laut yang bertemu di satu tempat tersebut tetap dipertahankan. Perlu diketahui bahwa untuk melakukan penyelidikan ke bawah laut tidaklah semudah seperti kalau anda akan berenang di kolam. Ada banyak rintangan mulai dari tekanan air dan persediaan udara untuk menyokong kehidupan penyelam. Juga tidak semudah masuk begitu pula untuk keluarnya, karena selain masuk menuju kedalaman lautan butuh persiapan yang baik, maka demikian pula untuk keluar menuju permukaan laut membutuhkan pengetahuan yang tidak asal-asalan. Kalau anda mencoba menyelam ke kedalaman lautan apalagi untuk waktu cukup lama, dan menuju permukaan secara langsung tanpa perlahan setahap demi setahap, maka boleh jadi anda akan terserang pingsan, karena perbedaan tekanan yang begitu cepat akan mengagetkan jaringan tubuh. Untuk semua bentuk persiapan ini adalah hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia di masa kehidupan Rasulullah.

Namun penegasan Al Quran tentang adanya batas di antara kedua lautan ini diakui kebenarannya di masa jauh ke depan melampaui masa kehidupan Muhammad Saw yaitu setelah kemajuan ilmu pengetahuan & tehnologi modern tercapai.
__________________
  #8 (permalink)  
Old 04-16-2008, 11:44 PM
deedaad's Avatar
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 11,653
Thanks: 1,824
Thanked 283 Times in 189 Posts
deedaad has disabled reputation
Thumbs up Re: Keajaiban Al-quran

PENCIPTAAN MANUSIA

Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). QS,23:13

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. QS,23:14

Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan? QS,39:6

Sekarang kita menuju kepada pokok bahasan tentang dunia kedokteran. Kita akan mencoba mengingat sedikit tentang sejarah perkembangan ilmu kedokteran. Dulu ketika alat-alat kedokteran dan obat-obatan tidak secanggih dan sebanyak di masa sekarang, banyak masyarakat yang mengalami kematian masal karena wabah kuman tertentu dan belum ada obatnya.

Alat-alat kedokteran juga belum canggih melainkan masih teramat sangat kuno. Belum ada alat untuk mendeteksi keadaan di dalam tubuh manusia. Demikian pula alat-alat bedah tidak secanggih seperti sekarang ini. Berbeda dengan sekarang, dimana telah mampu dibuat alat-alat bedah dari bahan-bahan yang berkualitas bagus dengan ketajaman yang sangat tajam. Demikian pula dengan alat pendeteksian organ dalam kewanitaan dan organ dalam lainnya dari manusia, yang sangat maju dalam proses pembuatannya di era sekarang, bahkan telah mampu dipakai untuk mendeteksi aktivitas seorang bayi yang masih di dalam kandungan.

Sedikit tentang alat pendeteksian organ dalam manusia, yaitu bahwa ada bermacam jenis alat
bertehnologi tinggi untuk mendeteksi bagian dalam tubuh manusia. Salah-satunya adalah alat yang bernama ultrasonografi. Alat ini dipakai di era sekarang untuk melakukan “diagnostic imaging” (diagnostic pencitraan). Perkembangan alat USG (ultrasonografi) ini sedemikian canggih dari waktu ke waktu. Pada saat ini telah dikembangkan jenis USG lain lagi yang merupakan penyempurnaan dari alat USG terdahulu, dengan nama “Color Doppler”. Cara pemeriksaannya pun dikembangkan melalui tehnik “High Resolution Ultrasound”.

Doppler ultrasound adalah salah satu jenis dari ultrasound yang dipakai untuk mengevaluasi aliran darah dan jalan pembuluh darah. Dalam banyak kasus, Color Doppler Ultrasound dapat dipakai untuk menganalisa keadaaan leher, jantung, perut dan kaki tanpa menimbulkan rasa sakit. Bahkan dipadu dengan alat High Resolution Ultrasound yang canggih, maka sekarang umat manusia dapat mendeteksi ada tidaknya benda asing kecil (potongan kaca, kayu, besi dll) di daerah otot. Alat ini aman dipakai untuk diagnostic pada anak dan bayi.

Ingin tahu lebih lagi tentang perkembangan kecanggihan alat deteksi organ dalam untuk meyakinkan adanya perbedaan yang sangat jauh dari kecanggihan alat-alat kedokteran di masa sekarang dibandingkan dengan yang ada di masa kehidupan Muhammad Saw ? Tentu diperbolehkan ! Saat ini ahli ilmu medis di Negara maju dan juga di Indonesia telah diperlengkapi oleh alat deteksi organ dalam yaitu CT-Scan (Computerized Tomography Scanning). Alat ini (CT-Scan) mampu tidak hanya mendeteksi organ dalam manusia tetapi juga mampu mendeteksi proses perubahan yang terjadi di organ manusia.

Pernahkah anda mengenal yang namanya Penyakit Kanker ? Penyakit kanker terjadi sebagai akibat dari perkembangan sel tubuh manusia secara tidak wajar. Salah satu jenis penyakit kanker adalah kanker nasofaring (nasopharyngeal cancer/NPC). Penyakit ini dapat muncul sebagai akibat dari pengaruh factor genetic dan lingkungan yang berperan bagi timbulnya NPC. Asap rokok, asap dupa, asap hio atau paparan kronis logam seperti nikel, cadmium dan zat radioaktif mampu menjadi factor pendukung timbulnya NPC. Keberadaan penyakit NPC ini bahkan dapat dideteksi oleh CT-Scan dengan hasil pendeteksian berupa asimetri pada daerah yang terkena.

Kembali kepada pokok bahasan utama tentang penciptaan manusia. Umat manusia sekarang dengan berbekal segala macam alat deteksi organ manusia yang sedemikian canggih dan beragam kemampuan di bidang kedokteran, pada akhirnya dapat mengetahui apa dan bagaimana proses yang ada di dalam tubuh manusia dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Beberapa di antaranya adalah kemampuan untuk mengetahui tahapan penciptaan manusia mulai dari air mani lalu menjadi darah, daging dan pada tahap berikutnya terbentuklah tulang yang sesuai sebagaimana yang ditegaskan oleh Al Quran. Juga tentang keberadaan bayi yang berada di dalam perut ibu dalam tiga kegelapan yaitu kegelapan di dalam perut ibu, kegelapan di dalam rahim dan di dalam selaput yang menutup anak dalam rahim.

Apakah alat-alat canggih untuk deteksi organ dalam manusia yang telah dijelaskan, memang telah ada di masa Rasulullah ? Dipastikan tidak ! Tapi bagaimana Muhammad Saw dapat mengetahui tahapan-tahapan penciptaan manusia di dalam tubuh seorang wanita dengan sangat akurat dan pasti ? Ini tidaklah mengherankan karena Muhammad Saw memperoleh bocoran informasi dari Al Quran ! Hebat dan Ajaib bukan ! Tanpa alat-alat deteksi organ dalam yang sangat canggih dan tanpa pendekatan praktik kedokteran yang canggih, Al Quran telah dapat memastikan tahapan-tahapan perkembangan penciptaan manusia di dalam diri seorang wanita.
__________________
  #9 (permalink)  
Old 04-16-2008, 11:46 PM
deedaad's Avatar
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 11,653
Thanks: 1,824
Thanked 283 Times in 189 Posts
deedaad has disabled reputation
Thumbs up Re: Keajaiban Al-quran

PEMELIHARAAN AL QURAN

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. QS,15:9

Tidakkah anda merasa heran betapa dari ayat tersebut di atas Allah menegaskan bahwa Allah berani dan mampu menjaga kemurnian Al-Quran. Dimanakah anda merasa heran ? Anda perlu merasa heran karena penjagaan yang dilakukan Allah sedemikian hebatnya, sampai-sampai kalau anda secara teratur ataupun secara asal-asalan mengambil Al-Quran dari daerah manapun, dari desa manapun bahkan di sudut daerah ataupun kota yang sedemikian jauh, semua isinya tersebut memiliki kesamaan makna (dari bahasa Arab) dengan tingkat kesamaan 100% benar-benar sama.

Cobalah lihat kepada kandungan Al Quran. Dengan segala keajaiban tehnologi tersebut tidak satu ayat pun di Al Quran yang memiliki tandingan.. Lebih ajaib lagi kemurnian Al Quran tidak hanya sebatas kepada makna Arabnya saja bahkan sampai kepada satu huruf Arab yang manapun di Al Quran sama sekali tidak ada yang dapat ditandingi oleh propaganda-propaganda pihak manapun sehingga susunan hurufnya tetap stabil. Stabil maksudnya disini adalah kalau kita bertanya tentang kitab yang diturunkan oleh Muhammad saw maka mayoritas dari kita sepakat bahwa yang dimaksud adalah Al Quran yang susunannya adalah sesuai dengan yang diturunkan kepada Rasulullah – yaitu sebagaimana yang telah dibukukan di masa khalifah Ustman.

Orang bisa saja berkata, “saya telah berhasil menggoyahkan kedudukan kebenaran Al Quran” yaitu dengan menulis surat apa saja dan diakuinya sebagai Al Quran, tetapi hal tersebut tidak menggoyahkan kesepakatan umat bahwa yang namanya Al Quran adalah kitab yang isinya sesuai dengan yang diturunkan kepada Rasulullah – yaitu sebagaimana yang telah dibukukan di masa khalifah Ustman.

Pernahkah anda melihat satu kitab Al Quran di kota besar yang susunan ayatnya tidak sama dengan kitab Al Quran lainnya ? Atau pernahkah anda mendatangi suatu desa dan mencari satu saja kitab Al Quran untuk dibandingkan dengan satu kitab suci Al Quran dari tempat lainnya ? Adakah perbedaan susunan ayat-nya ? Tidak ada perbedaan ! Lalu, apakah anda menemukan ada satu kitab Al Quran yang di bagian Surat Al-Ikhlashnya terdapat penambahan satu ayat saja ? Tentu tidak ! Atau kalau anda kurang puas dan masih penasaran, cobalah kunjungi daerah paling terpencil di bumi ini tetapi disitu ada kitab suci Al Qurannya. Lihatlah dengan jelas, apakah susunan surat-suratnya sama dengan yang ada di belahan bumi lainnya ? Memang benar, tidak ada perbedaan ! Dunia telah mengakui bahwa Al Quran adalah satu-satunya buku (kitab) yang sama sekali tidak dapat dipalsu.

Ada banyak orang Muslim tersesat yang mengaku sebagai Nabi, padahal Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir. Betapapun banyaknya orang yang mengaku Nabi tetapi Al Quran tetap saja sama dari dahulu sampai sekarang. Adakah orang yang mengaku di dunia ini telah menemukan Al Quran dengan susunan yang berbeda ? Tidak ada ! Kalaupun ada yang mengaku demikian, pengakuannya tidak dapat dipercaya. Mengapa ? Karena Allah telah melindungi kebenaran Al Quran dengan sedemikian terjaganya dengan beberapa cara perlindungan yang sangat dapat diterima oleh nalar dan kenyataan.

Cara-cara tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Sebagai contoh: Jika ada suatu karya tulis dari seseorang yang telah meninggal dunia, yang isinya sedemikian berpengaruh di masyarakat dunia, kemudian karena sedemikian berpengaruhnya, tentu menimbulkan tanggapan yang beragam, ada yang mendukung dan ada yang mengecam. Kalau ada satu atau lebih orang yang tidak menyukai karya tulis tersebut, lalu mereka membuat propaganda (komentar-komentar) untuk menjelek-jelekkan karya tulis tersebut dengan mengatakan bahwa isi dari karya tulis tersebut tidak sama dengan maksud dari penulis awalnya. Atau dikatakan bahwa sebenarnya isinya sudah banyak yang berubah dan boleh jadi tidak sama dengan maksud awal dari penulisnya, maka jika karya tulis tersebut memiliki banyak pendukung, tentu mereka sebagai pendukung akan membelanya. Lalu bagaimana cara pendukungnya membela hasil karya tulis seseorang yang didukungnya dengan meyakinkan bahwa suka atau tidak suka memang itulah yang dimaksud oleh penulis aslinya, dan tidak ada perubahan maksud dan tujuan dari penulis aslinya ?

Beberapa cara pembelaan yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan tetap memiliki paling tidak satu buku asli dari penulis awalnya untuk dijadikan sebagai bahan perbandingan. Melalui buku pertama tersebut dapat diketahui apakah cetakan-cetakan yang telah banyak beredar berdasarkan buku pertama tersebut memang telah berubah dari buku aslinya (buku pertama) atau tidak. Kalau buku cetakan yang beredar terbukti tidak sama dengan buku pertamanya (asli dari penulis), tentu dapat dipastikan telah adanya banyak perubahan makna disana-sini. Namun pembelaan seperti ini juga masih kurang kuat, karena bisa saja kelompok pengecam akan mengatakan bahwa apa yang dikatakan sebagai buku pertama sebenarnya bukanlah buku pertama melainkan buku kedua atau tidak berbeda dengan cetakan-cetakan yang telah diedarkan yang diakui sebagai buku pertama oleh pendukungnya, padahal bukan buku pertama. Para pendukung dapat dituduh memiliki bahan kertas yang diambil (dipilih) dari kumpulan kertas kosong yang telah berumur sedemikian lama lalu ditulisi dengan tulisan yang diakui sebagai buku pertama dari penulis aslinya. Jadi pembelaan yang meyakinkan akan adanya kesamaan antara cetakan-cetakan yang beredar di penjuru dunia dengan maksud penulis awalnya, melalui cara membandingkan cetakan-cetakan tersebut dengan buku pertama dari karya penulis aslinya adalah kurang cukup kuat.

Sebenarnya cara tersebut sudah cukup kuat, tetapi sebenarnya masih ada cara terkuat, terampuh yang dapat dilakukan untuk melakukan pembelaan bahwa suatu karya tulis dari penulis aslinya masih memiliki kesamaan dengan salinan-salinannya yang tersebar di penjuru dunia. Dan cara ini benar-benar diakui secara ilmiah sebagai bentuk pembelaan yang terbaik dan dapat diterima akal yang benar. Cara apakah itu ?

Tehniknya cukup sederhana, tetapi cara pelaksanaannya tidaklah semudah yang kita duga, melainkan dibutuhkan suatu dukungan yang benar-benar kuat. Apalagi kalau pembelaan akan dilakukan dengan hasil pembelaan yang harus pasti menang dan tak terbantahkan ! Yaitu bahwa kelompok pendukung harus dapat membuktikan bahwa:

1. Ada banyak salinan (cetakan-cetakan) yang dianggap berasal dari buku pertamanya, dengan prosentase kesamaan di antara satu salinan dengan salinan lainya sedemikian besar, sehingga dapat meyakinkan bahwa salinan-salinan tersebut memang sama dengan buku aslinya (buku pertamanya). Dan para pendukung dapat menjadikan salinan-salinan yang memiliki kesamaan satu dengan lainnya tersebut sebagai sebuah sumber tulisan yang memiliki kekuatan sama dengan buku pertamanya.

2. Salinan-salinan (cetakan-cetakan yang tersebar) yang dianggap memiliki kesamaan dengan buku pertama tersebut tidak hanya berasal dari para pendukungnya melainkan berasal dari pihak-pihak lain di luar para pendukung, mulai dari pihak yang netral bahkan termasuk dari pihak penentang, sehingga tidak dapat dituduh adanya rekayasa dari pihak pendukung.

3. Cetakan-cetakan yang tersebar dan diakui sebagai sama dengan buku pertamanya memiliki jumlah dengan prosentase lebih banyak dari cetakan-cetakan tandingan yang dianggap juga sama dengan buku pertamanya.

Jika ke-tiga syarat tersebut terpenuhi, maka seorang pendukung dapat meyakinkan bahwa banyak cetakan-cetakan yang tersebar memang memiliki kesamaan dengan buku pertamanya. Coba kita pahami setahap demi setahap.

Seandainya ada satu orang atau bahkan ada beribu-ribu orang yang mengatakan ada satu judul buku dengan satu tujuan dan dicetak dengan jumlah banyak tersebar di penjuru dunia tetapi isinya dapat berbeda-beda satu dengan lainnya, maka pembelaan apa yang harus anda lakukan, kalau anda adalah pendukung buku tersebut ? Anda dapat mengatakan bahwa walaupun berbeda-beda penerbitnya tetapi masing-masing dari buku tersebut memiliki isi yang sama persis dengan buku yang ada di pengarang pada awalnya. Dan dengan alasan ini anda akan ditertawakan karena terbukti tidak mudah menemukan di jaman sekarang beragam buku dari beragam penerbit yang membahas tentang satu tema tetapi di antara satu buku dengan buku lainnya tersebut tetap dapat menjaga kesamaan tema yang dikandungnya.

Anda akan menemukan bahwa di setiap buku yang membahas satu tema, tentu telah memiliki cara pengungkapan yang berbeda-beda sedemikian rupa, sehingga kalaupun kita ingin mencari tema yang sesuai dengan sumber aslinya (dari pengarang awalnya), tentu akan sulit menemuinya, apalagi kalau pengarang awalnya telah meninggal. Tetapi lihatlah Al Quran. Seandainya anda dan siapapun juga berusaha membantahnya dengan mengatakan kalau ada Al Quran entah dimana yang tidak sama dengan Al Quran yang ada di tempat lainnya, anda akan segera dibantah balik oleh Allah sebagaimana yang dinyatakan di Al Quran:

iba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah: "Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)". Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan tipu dayamu. QS,10:21

Dan perwujudan dari penegasan ayat tersebut adalah adanya kenyataan betapa di seluruh dunia, dimanapun anda pergi dan menemukan Al Quran, anda akan lebih banyak menjumpai kesamaan isi kitab suci Al Quran yang satu dengan yang ada di tempat lain. Satu hal lagi, betapa kesamaan isinya tersebut adalah sama dalam prosentase kesamaan 100%. Dan lagi, ada banyak kitab suci Al Quran yang diterbitkan oleh pihak-pihak yang bukan berasal dari kalangan yang beragama Islam, namun hasil cetakannya tetap sama dengan kebanyakan yang ada di tempat umum dan sama seperti yang ada di di sekitar pusat Islam, yaitu di wilayah jazirah Arab. Kalaupun ada satu atau beberapa kitab suci Al Quran yang benar-benar dicetak dengan berbeda (disengaja), maka hal ini segera diketahui oleh umat Muslim, dan tidak dapat melawan (menggoyahkan) kenyataan bahwa lebih banyak ditemukan kitab suci Al Quran dimanapun yang memiliki kesamaan satu terhadap lainnya, daripada menemukan perbedaannya !

Untuk melakukan penjagaan Al Quran sebagaiman tersebut tadi, adalah tidak mudah. Dibutuhkan usaha besar. Apalagi, reputasi Al Quran telah sedemikian dikenal sebagai kitab yang jujur – apa adanya, berani menegaskan kebenaran walaupun menyakitkan bagi pendengarnya. Dengan sifat Al Quran seperti ini, sudah dapat dipastikan ada banyak pihak-pihak yang merasa tersinggung terhadap penegasan-penegasan kebenaran yang dinyatakan oleh Al Quran. Namun, apapun penyataan Al Quran yang membuat banyak pihak merasa marah, tetapi kedudukan Al Quran sebagai kitab suci yang benar-benar murni dan tidak memiliki perbedaan di banyak tempat, tetap terjaga !!!

Tidakkah anda mengetahui, di era sekarang yang serba maju tehnologinya sangat dimungkinkan terjadinya pemalsuan. Anda tidak memungkiri betapa banyak pemalsuan yang dengan sangat menyolok ataupun tersembunyi tersebar di sekitar kita.

Semakin besar pengaruh suatu barang atau sesuatu apapun yang mampu merubah keadaan umum, ataupun dari nilai dibutuhkannya barang atau sesuatu tersebut yang sedemikian tinggi oleh banyak lapisan masyarakat, maka akan semakin besar pula nilai dari barang atau sesuatu itu. Dan ini dapat memancing watak dasar manusia untuk bermain-main dengan keisengan, niat buruk lainnya atau mungkin niat yang baik.

Masyarakat manusia pasti ada yang menghendaki keuntungan yang besar dengan cara yang kurang baik atau karena sakit hati, persaingan ataupun niat jahat lainnya yang memang sudah menjadi watak dasar manusia sejak dahulu – selain dari watak yang baik – melakukan sejumlah tindakan pemalsuan. Juga banyak dan selalu ada di antara manusia yang menyukai tantangan untuk tujuan yang dianggap baik (padahal belum tentu baik) atau bahkan jelas-jelas buruk, sekedar untuk keisengan ataupun untuk menguji kemampuan sendiri. Hal ini menimbulkan banyak konsekuensi yang tidak jarang justru merugikan orang lain.

Sebuah lukisan yang sedemikian bersejarah dan yang telah mencapai nilai ratusan juta atau bahkan ada yang dianggap tak ternilai harganya sangat dapat dipastikan menimbulkan tantangan bagi yang menyukai tantangan. Beberapa orang tertantang untuk mencoba meniru lukisan mahal atau yang tak ternilai harganya tersebut lalu menjualnya dengan menyatakan bahwa lukisan tersebut adalah asli demi meraih keuntungan pribadi yang merupakan suatu bentuk penipuan.

Adanya proteksi yang ketat terhadap jaringan computer di dunia juga menantang seseorang yang ahli dibidang computer untuk mencoba menerobos sistim pengaman tersebut. Orang semacam ini sering diistilahkan sebagai Hacker.

Contoh lain lagi, telah banyak di dunia kasus pembobolan bank baik secara elektronik terkomputerisasi maupun secara manual atau bahkan melalui pihak orang dalam. Mengapa hal seperti ini selalu terjadi ? Sebagaimana yang telah dijelaskan, selalu ada orang yang tertantang untuk melanggar aturan demi tujuan yang dianggapnya baik atau jelas-jelas buruk bahkan yang sekedar untuk menguji kemampuan diri sendiri.

Tidak perduli apakah suatu sistim pengamanan diperketat atau justru sangat lemah, maka keduanya menantang pihak-pihak yang kurang baik untuk merusak tatanan yang ada agar menjadi kacau.

Lebih parah lagi kalau sesuatu barang, paham atau apapun nyata-nyata dirasa mengganggu sekelompok orang ataupun kepentingan sekelompok orang tertentu, akan ada tanggapan mulai dari mengoreksi ataupun melawannya.

Al Quran yang jelas-jelas sangat berpengaruh di belahan dunia manapun dan dengan pernyataan-pernyataannya yang tidak hanya halus penuh kasih sayang tetapi juga banyak yang keras dan tegas, pastilah tidak hanya menimbulkan persetujuan tetapi juga menimbulkan ketersinggungan dan kemarahan memuncak bagi pihak-pihak yang memang berseberangan dengannya. Ada yang pro dan ada yang kontra.

Dan karena selalu ada manusia yang berani – tertantang – untuk melawan apa-apa yang dirasa cukup punya pengaruh dan kurang disukainya, pastilah secara logika ada yang telah berusaha mengurangi pengaruh Al Quran, menjelekkannya atau bahkan merusaknya secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi sehingga Al Quran tidak lagi mempunyai pengaruh yang berarti. Sejarah telah banyak membuktikan adanya seorang yang mengaku sebagai nabi palsu atau mencoba membantah Al Quran, namun sedikit pun tidak mampu menggoyahkan kebenaran Al Quran. Semakin berkembangnya pengetahuan manusia yang berakibat kepada majunya peradaban manusia justru semakin membuktikan kebenaran kandungan-kandungan Al Quran.

Telah majunya metode percetakan digital serta kemudahan distribusi yang sedemikian pesatnya dan sebagai akibat ditemukan sistim komunikasi yang menyeluruh sampai-sampai dunia sekarang menjadi terasa sempit seolah-olah tidak ada jarak, juga semakin banyaknya sekelompok orang yang sedemikian kaya dan berkuasa dan memiliki akses ke banyak fasilitas tehnologi tinggi dan hal lainnya, seharusnya secara logika hal ini akan terlalu sangat memudahkan munculnya tindakan-tindakan untuk memutar balikkan fakta, memalsukan ataupun rekayasa-rekayasa buruk lainnya demi menghancurkan sesuatu pengaruh dari sesuatu paham tertentu. Benarkah ini ? Benar ! Memang telah banyak terjadi pemutar balikan fakta juga beragam penipuan yang sangat sulit diberantas.

Sebuah karangan buku dari seseorang dapat menyinggung pihak-pihak lain untuk merusaknya dan memancing serangan balik kepada buku tersebut sedemikian rupa sehingga seseorang pembaca generasi berikutnya dibingungkan dengan telah melencengnya isi buku tersebut sedikit atau banyak. Bahkan terkadang tanpa adanya pihak-pihak yang berniat buruk, sebuah karangan yang sangat berpengaruh dan sebagai akibat dari penerjemahan ataupun penafsiran berulang kali mengakibatkan makna sebenarnya dari isi buku sebagaimana yang dimaksud oleh si pengarang buku menjadi berbeda jauh dengan makna yang terdapat pada terjemahan buku tersebut di masa-masa mendatang.

Ditambah lagi dengan kecepatan penyebaran informasi di era sekarang yang sangat menakjubkan telah dimanfaatkan untuk mempropagandakan keburukan ataupun tujuan pemalsuan dan rekayasa-rekayasa lainnya. Dan tidaklah aneh kalau usaha-usaha yang buruk tersebut telah sedemikian berhasil.

Seberapapun banyak rekayasa propaganda yang didukung oleh banyak sarana canggih, tetapi tidak satupun yang terbukti dapat menggoyahkan, membingungkan bahkan mengacaukan ayat-ayat Al Qurans. Ini karena kandungan Al Quran memuat tidak lain kecuali hanyalah kebenaran, dan dipelihara oleh kekuatan yang Maha Luar Biasa (Allah Swt – Pencipta segala yang ada), maka cepat atau lambat akan terbukti, yang tidak benar ditinggalkan dan yang benar yaitu Al Quran akan diakui serta tetap kokoh tak tergoyahkan.

Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; QS,6:105

Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. QS,21:19

Itulah yang dimaksud oleh Allah dengan memelihara Al Quran sedemikian rupa sehingga kebenaran kandungan Al Quran akan terus nampak di muka bumi ini - tidak akan pernah pudar. Suatu keajaiban pemeliharaan yang sangat kokoh dari Allah yang tidak akan pernah dapat dilawan maupun ditiru oleh siapapun dengan tehnologi rekayasa secanggih apapun.
__________________
  #10 (permalink)  
Old 04-16-2008, 11:47 PM
deedaad's Avatar
 
Join Date: Mar 2008
Posts: 11,653
Thanks: 1,824
Thanked 283 Times in 189 Posts
deedaad has disabled reputation
Thumbs up Re: Keajaiban Al-quran

SEGALA SESUATU BERPASANG-PASA
SEGALA SESUATU BERPASANG-PASANGAN
NGAN
Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)", QS,34:3

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. QS,36:36

Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan QS,43:12

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah. QS,51:49

dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, QS,78:8

Ketika Al Quran mengisyaratkan bahwa “segala sesuatu yaitu apa saja yang ada telah Allah ciptakan secara berpasang-pasangan”, maka pernyataan ini menegaskan bahwa yang berpasang-pasangan tidak hanya sebagian saja seperti hanya manusia yang berpasang-pasangan, melainkan semua yang ada di jagad ini saling berpasang-pasangan.

Menyatakan bahwa sebagian yang ada di bumi ini berpasang-pasangan adalah hal yang mudah. Anda sudah dapat memberikan contohnya,seperti ada pria dan wanita, ada ayam berjenis kelamin laki-laki dan yang berjenis kelamin perempuan. Tetapi dengan mengatakan bahwa segala sesuatunya berpasang-pasangan adalah masalah yang luar biasa serius karena pernyataan itu dinyatakan oleh seorang yang mengaku sebagai Nabi – Muhammad Saw – untuk dijadikan sebagai bukti pembenaran tentang apa saja yang diturunkan oleh Al Quran dan bertujuan jauh agar siapa saja cenderung untuk mentaati perintah-perintah Allah – Tuhannya Nabi Muhammad Saw dan Tuhannya semesta alam beserta seisinya.

Konsekuensi logisnya kalau memang pernyataan tersebut benar bahwa segala sesuatu berpasang-pasangan, maka penegasan Al Quran akan keberpasang-pasangan yang meliputi segala sesuatu ciptaan-Nya adalah merupakan salah satu keajaiban Al Quran lainnya di antara sekian banyak keajaiban Al Quran lainnya. Memang umat Muhammad Saw harus bersabar sampai beberapa puluh tahun untuk membuktikan kebenaran tersebut, tetapi pada akhirnya kesabaran membuahkan hasil.

Mungkin anda pernah bermain magnet. Magnet adalah benda yang dapat menarik besi. Ia memiliki medan yang merupakan kekuatan penarik yang sering disebut sebagai medan magnet. Medan magnet tersebut ada yang negative dan positif.

Namun ada contoh lain lagi yang sedemikian hebat dalam membuktikan bahwa semua yang ada saling berpasang-pasangan. Dan mengapa dikatakan hebat ? Hebat, karena pembuktian adanya keberpasang-pasangan tersebut melibatkan penelitian terhadap materi sampai kepada ukuran yang luar biasa kecilnya sehingga pengamatan mata tidak dapat mengikutinya.

Dapatkah anda memecah sebuah batu yang kecil ? Tentu dapat ! Setelah batu kecil