Rumah Baru Kita ????
Tiga Lagi, Planet Asing "Sepupu" Bumi
Selasa, 17 Juni 2008 | 14:39 WIB
PARIS, SELASA - Para astronom kembali menemukan tiga planet asing di luar tata surya, biasa disebut exoplanet, yang mirip Bumi. Masing-masing merupakan planet padat karena memiliki massa dua hingga sepuluh kali massa Bumi sehingga planet-planet tersebut dapat disebut super-Bumi.
Ketiganya berada dalam satu sistem tata surya dan mengelilingi sebuah bintang bernama 40307. Bintang yang dikelilinginya sedikit lebih kecil daripada Matahari dan berada dekat konstelasi Doradus dan Pictor sekitar 42 tahun cahaya dari Bumi. Jadi, pantas kalau planet-planet tersebut disebut sebagai sepupu Bumi.
Planet-planet asing tersebut terdeteksi pertama kalinya menggunakan instrumen The High Accuracy Radial Velocity Planet Searcher (HARPS) di Observatorium La Silla, Chili tengah. Para astronom menemukannya dengan mengamati gejolak cahaya bintang saat planet melintas di depannya atau disebut peristiwa transit. Spektograf yang ada di instrumen HARPS mampu mendeteksi perubahan tersebut dengan tingkat keakuratan tinggi. Mereka melakukan pengamatan intensif selama lima tahun untuk memastikan penemuan tersebut.
"Massa planet yang paling kecil seperseratus ribu kali bintangnya," ujar Francois Bouchy, salah satu astronom dari Institut Astrofisika Paris, Perancis, yang melaporkan temuan tersebut dalam sebuah konferensi astronomi di Nantes, Perancis, Senin (17/6). Planet-planet itu berukuran 4,2 kali, 6,7 kali, dan 9,4 kali Bumi, namun tak lebih besar dari Planet Uranus dan Neptunus yang mencapai 15 kali ukuran Bumi.
Dengan HARPS, para astronom juga menemukan 45 kandidat planet asing baru yang massanya di bawah 30 kali Bumi. Di antara planet-planet tersebut ada yang bersama-sama mengelilingi satu bintang. "Apakah setiap bintang dihuni planet-planet dan jika ya berapa banyak? Kami mungkin belum tahu jawabannya namun kami telah memperoleh petunjuk ke sana," ujar Michael Mayor, astronom dari Observatoriun Jenewa, Swiss.
Saat ini sudah ada sekitar 270 planet asing yang ditemukan dan rata-rata mengelilingi bintang yang mirip Matahari. Planet asing pertama ditemukan Michel Mayor dan Didier Queloz di sekitar bintang 51 Pegasi tahun 1995. Namun, sebagian besar planet asing merupakan planet gas raksasa seukuran Jupiter atau Saturnus.
WAH
Sumber : BBC
Planet Asing "Kembaran" Bumi Mungkin Digenangi Lautan
Selasa, 3 Juni 2008 | 13:43 WIB
ST LOUIS, SELASA - Sebuah planet asing yang baru ditemukan di luar tata surya kita (planet ekstrasolar), memiliki massa hanya tiga kali Bumi. Planet tersebut mungkin memecahkan rekor sebagai planet asing terkecil saat ini.
Para astronom berhasil mendeteksi dengan teknik lensa gravitasi yang memanfaatkan penguatan dari cahaya bintang di seberangnya. Obyek langit yang mirip dengan Bumi atau disebut super-Earth ini berada pada jarak 3.000 tahun cahaya dari Bumi (satu tahun cahaya sama dengan 9,46 triliun kilometer).
Planet yang diberi nama MOA-2007-BLG-192Lb mengorbit bintang MOA-2007-BLG-192L. Bintang yang dikelilinginya diperkirakan termasuk bintang kerdil. Massanya jauh lebih kecil dari Matahari, bahkan hanya 6-8 persen saja.
"Penemuan kami menunjukkan bahwa bintang-bintang dengan massa yang kecil tetap dapat menjadi induk bagi planet-planet," ujar David Bennett dari Universitas Notre Dame yang melaporkannya dalam pertemuan tahunan Masyarakat Astronomi Amerika (AAS). Ia terkejut karena sebelumnya belum pernah ada planet yang mengorbit bintang dengan massa kurang dari 20 persen massa Matahari.
Jarak lingkaran orbit planet dan bintang sama dengan jarak Venus-Matahari. Namun, karena bintang yang dikelilinginya jauh lebih redup dan dingin, atmosfernya mungkin lebih dingin daripada Pluto.
Para peneliti memprediksi planet kecil tersebut memiliki atmosfer yang tebal. Proses peluruhan zat radioaktif mungkin terjadi di intinya sehingga permukaan planet itu sehangat Bumi. Jika benar, secara teori mungkin saja planet tersebut digenangi lautan yang dalam.
Sejauh ini hampir 300 planet ektrasolar yang terdeteksi. Planet-planet raksasa sebesar Jupiter umumnya ditemukan dengan mengamati gejolak cahaya bintang saat planet melintas di antara bintang dan Bumi. Dengan penemuan terakhir, sudah tujuh planet terdeteksi dengan teknik lensa gravitasi. Dari sekian banyak planet, belum satu pun kehidupan terdapat.
WAH
Sumber : LIVESCIENCE
Kembaran Bumi Mungkin Ada di Alpha Centauri
Rabu, 12 Maret 2008 | 23:23 WIB
JAKARTA, RABU - Planet yang yang dihuni mungkin sebenarnya tak jauh dari tata surya kita berada. Hasil simulasi komputer menunjukkan bahwa salah satu bintang terdekat dengan Matahari kemungkinan dikelilingi bintang padat seperti Bumi.
"Jika planet tersebut benar-benar ada, kita dapat mengamatinya," ujar Guedes yang melaporkan hasil penelitiannya dalam Astrophysical Journal. Model yang dikembangkan Javiera Guedes, mahasiswa S2 Universitas California di Santa Cruz, AS itu mendemonstrasikan proses pembentukan planet di sekitar bintang-bintang Alpha Centauri, sistem bintang ganda yang paling dekat dengan tata surya.
Simulasi Guede memperlihatkan bahwa planet terbentuk di sekitar salah satu bintang yang bernama Alpha Centauri B. Bintang bernama Proxima Centauri yang menjadi pasangannya merupakan bintang paling dekat dengan Matahari. Planet yang terbentuk masuk dalam kategori habitable zone, dapat dihuni atau mendukung kehidupan, karena air dapat eksis di lingkungannya.
"Beberapa faktor membuat bintang Alpha Centauri B mendukung pembentukan planet seperti itu," kata Profesor Gregory Laughin yang membimbing penelitian Guede. Kandungan unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium di bintang tersebut lebih berat daripada Matahari sehingga kemungkinan terbentuk planet padat sangat besar.
Sifat-sifat yang dimiliki Alpha Centauri cukup membuat para astronom untuk memilih Alpha Cetauri untuk memburu planet-planet ekstrasolar. Apalagi bintang tersebut sangat terang dan dekat sehingga untuk mendeteksi gejolak cahaya saat planet lewat di depan bintang akan lebih mudah. Sejauh ini metode deteksi Doppler tersebut sukses menemukan 228 planet ekstrasolar di berbagai bintang.
Laughin memperkirakan pengamatan menggunakan teleskop secara terus-menerus selama lima tahun cukup untuk memastikan ada tidaknya planet seperti itu di Alpha Centauri B. Bahkan, bukan tidak mungkin pesawat antarbintang dikirim ke sana jika nantinya planet kembaran Bumi ini benar-benar ada.(SPACE.COM/WAH)
__________________
|