![]() |
|
||||
|
17/05/2008 12:10 WIB
Sophan Sophiaan Tewas 'Romi' yang Jadi Politikus itu Telah Pergi Nurvita Indarini - detikcom Jakarta - "Diharapkan event JMP 2008 ini bisa menambah semangat brotherhood bikers lebih mendarah daging lagi," kata Sophan Sophiaan yang menjadi ketua Jalur Merah Putih 2008 beberapa waktu lalu. Namun justru dalam acara tersebut, aktor yang juga politikus itu pergi. Jalur Merah Putih sengaja digelar para bikers se-Tanah Air untuk memperingati hari Kebangkitan Nasional ke 100 tahun yang jatuh pada 20 Mei 2008. Sophan yang juga penggemar moge ikut memprakarsai acara tersebut. Sophan Sophiaan adalah sosok yang sangat akrab di dunia perfilman era 1970 dan 1980-an. Namun sejak 1991, dia mulai terjun ke dunia politik. Pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 26 April 1944 ini adalah putra Manai Sophiaan yang pernah menjadi Duta Besar RI untuk Rusia. Karirnya di dunia politik bermula ketika bergabung dengan PDI. Dengan berpayung PDI, dia menjadi anggota DPR pada 1992-1997. Karier politiknya berlanjut di PDI Perjuangan. Dia kembali menjadi anggota MPR/DPR periode 1999-2004. Bahkan saat itu, dia dipercaya menduduki Ketua Fraksi PDI Perjuangan. Namun dia memilih mundur dari parlemen pada Januari 2002. Keputusan mundur karena dia merasa nuraninya tak lagi sejalan dengan parlemen sebagai lembaga politik. "Saya hanya mundur dari MPR/DPR. Saya tidak mundur dari partai, saya tetap orang PDI Perjuangan," kata Sophan kala itu. Tak lama kemudian, dia turut mendirikan partai baru bernama Partai Demokrasi Pembaruan bersama-sama dengan Laksamana Sukardi, Arifin Panigoro, Roy BB Janis, Sukowaluyo Mintohardjo, Noviantika Nasution, Didi Supriyanto, Tjiandra Wijaya, Postdam Hutasoit dan RO Tambunan. Selain jadi politikus yang dikenal 'lurus', Sophan juga banyak diacungi jempol karena kehidupan pribadinya yang sangat harmonis. Pernikahan Sophan dengan Widyawati yang sudah berlangsung sejak 9 Juli 1972 masih awet dan mesra hingga maut memisahkan mereka hari ini. Pernikahan itu merupakan penyatuan sebenarnya dari peran film 'Romi dan Yuli', yang mereka bintangi di tahun 1970-an. Kini, hari-hari Widyawati tak lagi bisa dilewatkan dengan sang suami tercinta. Penggemar motor besar itu benar-benar pergi dengan diantar motor besarnya. Selamat jalan, semoga damai di sisi-Nya. Berikut data Sophan Sophiaan: Nama : Sophan Sophiaan Lahir: Makassar, 1944 Istri: Widyawati Pendidikan: - 1965, Jurusan Bahasa Jerman, Herder Institut Leipzig, Jerman Timur - 1965-1967, Jurusan Ekonomi, Hochscule Fur Welthandel, Wina, Austria (tidak selesai) - 1967-1970, Jurusan Hukum, Universitas Kristen Indonesia (tidak selesai) Pekerjaan: - 1969-1999, Pemain Film - 1975-1999, Sutradara Film - 1992-1997, Anggota DPR/MPR - 1999-Juni 2001, Anggota DPR/MPR ( nvt / qom )
__________________
|
|
||||
|
17/05/2008 12:15 WIB
Widyawati Setia Tunggui Jenazah Sophan Sophiaan Muchus Budi R. - detikcom Sragen - Widyawati terus menunggui jenazah sang suami Sophan Sophiaan di kamar jenazah RSUD Sragen. "Ibu (Widyawati) ada di dalam. Nungguin di dalam," kata Ketua Umum Ikatan Motor Besar Rusman Hadi di RSUD Sragen, Jalan Sukowati, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (17/5/2008). Menurut Rusman, keluarga di Jakarta pun sudah diberitahu. Kamar jenazah tampak ditutup rapat dan dijaga 2 personel polisi. Petugas RSUD tampak hilir mudik. Hadir Bupati Sragen Untung Wiyono dan Bupati Karangayar Rina Iriani. Bupati Sragen Untung Wiyono menambahkan rombongan IMB rencananya hanya mengisi bensin di Sragen, lalu transit di Karangayar dan tujuan akhirnya di Yogyakarta. ( aan / qom )
__________________
|
|
||||
|
17/05/2008 12:18 WIB Polisi: Sophan Sophiaan Jatuh dengan Posisi Tertelungkup Budi Hartadi - detikcom Jakarta - Aktor senior Sophan Sophiaan terjatuh dari motor Harley Davidson saat menghindari lubang besar. Dia jatuh dengan tubuh tertelungkup. Hal itu diungkapkan petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Polres Ngawi, AKP Heriyanto saat dihubungi detikcom melalui telepon, Sabtu (17/5/2008). "Begitu motor terguling, Pak Sophan Sophian langsung jatuh dalam posisi tertelungkup," ujar Heriyanto. Nasib naas tersebut dialami Sophan saat dia dan konvoi Jalur Merah Putih melintas di Jalan Raya Desa Bandarejo, tepatnya di Ngawi-Mantingan KM 18.19, timur Monumen Suryo, sekitar pukul 09.30 WIB. "Pak Sophan menderita patah tulang kaki, tangan dan bawah leher memar," imbuh Heriyanto. ( djo / qom )
__________________
|
|
||||
|
17/05/2008 12:22 WIB
Jenazah Sophan Disalatkan di Masjid Al Falah Sragen Muchus Budi R. - detikcom Sragen - Sebelum diterbangkan ke Jakarta, jenazah Sophan Sophiaan disalatkan di Masjid Al Falah, Sragen, Jawa Tengah. Jenazah telah diberangkatkan ke Masjid Al Falah yang berjarak 1 kilometer dari RSUD Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (17/5/2008). Jenazah Sophan dibawa dengan menggunakan ambulans. Widyawati tampak ikut serta di dalam mobil. Widyawati mengenakan kaos lengan panjang warna putih seragam Harley dan celana panjang. Wajahnya tampak berduka. Jenazah Sophan rencananya akan diberangkatkan ke Jakarta pada pukul 14.00 WIB. ( aan / qom )
__________________
|
|
||||
|
17/05/2008 12:38 WIB Setelah Disalatkan, Jenazah Langsung Dibawa ke Bandara Muchus Budi R. - detikcom Sragen - Setelah disalatkan di Masjid Al Falah oleh sekitar 200 orang, jenazah Sophan Sophiaan diberangkatkan ke Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/5/2008). Iring-iringan jenazah akan menempuh waktu sekitar 1,5 jam. Tampak istri Sophan, Widyawati dalam rombongan tersebut. Artis cantik itu masuk dalam ambulans yang membawa jenazah suaminya. Air mata masih tampak membasahi perempuan itu. Jenazah Sophan akan diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Adi Soemarmo. Pesawat pengangkut jenazah akan take off pukul 14.00 WIB. ( ken / djo )
__________________
|
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|
| Google Search |
Custom Search
|